SINOPSIS KARYA

Karya musik yang bertajuk klasik ini pada dasarnya terilhami dari praktik musikal gamelan Sekaten. Ialah ansambel kuno (Kyai Guntur Madu dan Guntur Sari) yang selalu digelar dan dimainkan setahun sekali, setiap Grebeg Maulud (atau disebut sekatenan) oleh kraton Surakarta. Karya ini sengaja mengangkat salah satu gedhing Sekaten yakni Barang miring, sekaligus menjadi sumber penciptaan. Mulai dari racikan bonang, hingga bagian gendhing (bentuk: ladrang).

Dalam praktik gamelan sekaten, Barang miring merupakan gendhing pembuka untuk mengawali sajian gendhing-gendhing pathet barang. Gendhing yang selalu dimainkan sekali setelah adzan asyar ini dapat dikatakan lebih sederhana jika dibandingkan dengan gendhing wajib sekaten lainnya (yaitu: Rambu-Rangkung). Struktur lagu gendhing atau padhang-ulihan-nya, adalah sangat jelas, sehingga kesan “rasa” gendhingnya adalah identik dengan gendhing-gendhing (perangkat gamelan Ageng) klenengan pada umumnya. Atas dasar itu, gendhing (Barang miring) yang lazim dimainkan dalam perangkat gamelan Sekaten tersebut akan dicoba digarap dalam konser karawitan dengan menggunakan perangkat gamelan Ageng.

Lebih spesifik, komposisi musik ini mencoba mengetengahkan proses adaptasi gendhing sekaten ke dalam perangkat gamelan Ageng. Adalah dari garap soran (keras) menjadi garap klenengan (halus). Beberapa ricikan (dan garap) yang tidak ditemui dalam perangkat gamelan sekaten, “terpaksa” ditampilkan dalam karya ini. Yaitu meliputi garap vokal (sulukan, sindhenan, gerongan); garap genderan; garap rebaban; dan garap kendhangan. Selain itu, tafsir irama, laya (tempo), dan volume (keras-lirih) juga menjadi elemen penting. Dengan kerja re-interpretasi, yakni menafsir kembali atas repertoar tradisi, dan dibingkai pendekatan garap (tradisi), diharapkan memberi warna klasik pada kebaruan komposisi ini.

  • Dipentaskan Dalam Acara Kutha-Gunung di TBJ Surakarta Th 2008
  • Direkam Oleh  Program Hibah B-Art Dalam Album “MAHAMBARA” (Karya-karya Dosen Jurusan Karawitan)
  • Untuk Iringan Tari Sesaji (karya Darmasti) Dies Natalis ISI Surakarta 2010.